Langsung ke konten utama

Postingan

Persiapan Milih Judul Skripsi + Sidang

Kalian tim yang suka pusing dengan judul skripsi... atau tim yang pasang judul aja lalu go ? Atau kalian tim yang sudah tau banget nih apa judul dan yang lain-lainnya? Skripsi itu sebenarnya engga susah loh, tetapi kalian harus setidaknya 50% menguasai hukum dari tema skripsi yang ingin kalian ambil dan setidaknya 70% mengetahui kasus yang kalian ambil dan 80% menguasai isi proposal skripsi kalian.  Aku sering banget melihat anak-anak junior aku bingung kalau lagi skripsi-an, bahkan sebelum skripsi, pas lagi mau sidang proposal aja bingung banget. Nentuin judul bingung dan banyak isu/kasus hukum yang ingin di bawa atau di bahas sekaligus. Sebenarnya engga salah juga, tetapi semakin banyak isu yang kalian bawa, tentunya skripsi kalian akan lebih panjang dan mungkin akan semakin lama mengerjakannya. Yang kalian harus ingat adalah skripsi ini hanya sebagai syarat lulus. Jangan kalian bikin pusing diri sendiri dengan melakukan skripsi yang jauh diatas kemampuan kalian atau nyoba-nyoba ...
Postingan terbaru

Bahasa Inggris untuk Jurusan Hukum, Penting gak sih?

Kemampuan bahasa Inggris ketika kita belajar hukum ... hmm penting gak ya? Banyak yang kalau masuk hukum itu berfikir bahwa kita engga akan belajar matematika maupun bahasa-bahasa lain karena ya.. belajar hukum pastinya hukum Indonesia, jadi engga perlu dong bahasa lain?  Wah, ternyata jaman sudah berubah nih, dan ternyata juga kalau melihat balik dari kisah sejarah Indonesia, sebenarnya kita akan menemukan banyaknya bahasa lain maupun istilah asing dalam hukum kita.  Nah jadi kembali ke pertanyaan besarnya, sebenarnya kemampuan bahasa Inggris itu penting gak sih untuk anak jurusan hukum atau yang belajar hukum? Ya tentunya penting! Hal ini memang kesannya tidak begitu penting atau terlalu diperhatikan saat baru awal-awal masuk kuliah hukum, karena kita baru banget belajar dasar-dasar. Namun, semakin mempelajari dan memperdalam ilmu hukum kita, kita menemukan bahwa belajar hukum itu tidak serta-merta hanya belajar hukum di negara Indonesia saja. Selain daripada kenyataan bahwa...

How To Research?: Bagaimana cara melakukan Legal Research

Hai!      Seperti pada judulnya, hari ini aku ingin bahas bagaimana sih caranya melakukan legal research atau melakukan penelitian hukum. Nah, penelitian hukum di sini maksudnya tidak hanya sekedar melakukan penelitian seperti saat sedang menulis skripsi atau benar-benar melakukan penelitian di daerah tertentu begitu. Tetapi, legal research juga dapat diartikan melakukan penelitian sederhana untuk menjawab suatu masalah hukum seperti membuat makalah atau bahkan menjawab soal esai dan lain-lain.      Tentunya legal research yang sederhana atau khusus untuk menulis penelitian besar seperti skripsi, sedikit berbeda level atau tingkatannya dan seberapa jauh kamu harus melakukan/mencari bahan penelitian. Namun, seluruh cara yang dijelaskan di bawah, tetap dapat digunakan! :)  Yang pertama, gunakan bahan yang berasal atau menjadi sumber hukum dan sumber penelitian.  Sumber hukum, merujuk pada Pasal 38 (1) ICJ Statute atau Statuta Mahkamah Internas...

Metode Analisa Hukum IRAC dan CRAC: Bagaimana caranya?

Hai semuanya - selamat membaca, untuk post kali ini aku akan bahas metode analisa hukum yang paling terkenal dan sering banget digunakan untuk penulisan, lomba, case study dan masih banyak lagi. Memang metode analisa hukum jarang banget di bahas atau diberikan kepada mahasiswa/i saat kuliah hukum, jadi aku harap dengan post ini kalian bisa mengerti dan menggunakannya saat kuliah hukum. Penggunaan metode analisa hukum sendiri sebenarnya bisa kalian gunakan untuk kapan pun, misalnya saat sedang ujian, membuat esai, saat sedang lomba peradilan semu dan bahkan untuk menjawab pertanyaan dosen tentang suatu hal. Yang pertama kalian harus tahu adalah nama atau jenis metode itu sendiri. Pada post ini aku akan bahas dua metode yaitu IRAC dan juga CRAC. Semuanya sama saja, jadi tergantung kalian lebih suka atau lebih senang menggunakan yang mana. Nah yang pertama kita punya IRAC ,  I         Issue R    Rule A    Analysis C    Conclusio...

International Moot Court Competition: A Guide

  International Moot Court Competition atau yang sering disingkat sebagai IMCC adalah salah satu lomba bergengsinya anak hukum nih. Sudah pada tau belum? Kalian suka penasaran gak sih gimana lombanya itu? Terus gimana cara mainnya? Disini kita akan bahas mengenai itu! Yang pertama harus kita ketahui adalah jenis dari lomba IMCC itu sendiri. Lomba IMCC ini beragam, ada yang tentang hukum perdata internasional, arbitrase, investasi asing, arbitrase tentang hukum maritim, hak asasi manusia, humaniter, dan (sepertinya) masih banyak lagi. Secara garis besar, kunci penting IMCC sama, tetapi biasanya cara kerja atau jenis hukumnya dan sumber hukumnya saja yang berbeda untuk tiap-tiap jenis lomba IMCC. Let me list down some of the competition you might've heard of: 1. Phillip C. Jessup  2. International Humanitarian Law 3. International Maritime Law Arbitration Moot  4. Foreign Direct Investment Moot 5. Tun Suffian 6. John H. Jackson Moot Court  dan masih banyak lagi. Okay, ...

Rekomendasi Film-Film (fakultas) Hukum!

Wah... mumpung lagi Study From Home, enaknya ngapain lagi selain nonton film? Ya gak? Disini kita kan kasih kalian rekomendasi film-film yang berkaitan dengan hukum/bertemakan hukum nih, jadi kalian ada semangat lagi kalau nanti belajar hukum!  Yuk, kita kupas.  1. Legally Blonde (2001) Siapa yang sudah nonton film ini? Apalagi yang suka sama drama, pasti tau dan sudah nonton film ini. Film ini bergenre komedi dan juga romansa, kita enggak akan ketemu dengan macam-macam kata-kata hukum ( legal terms ) di film ini, yang berbeda dengan film yang akan kita bahas di bawah.  Film ini menceritakan tentang seorang gadis bernama Elle Woods yang ditinggalkan oleh pacarnya karena merasa Elle 'tidak ada masa depan' dan hanya bermain-main saja dalam hidup, tidak ada keseriusan. Lalu Elle mengikuti pacarnya ke sekolah hukum dan belajar dengan serius. Selama itu, ia menyadari bahwa ada hal-hal yang jauh lebih berati yang ia temukan dalam jati dirinya selain 'tampang' dirinya saja....

Fakultas Hukum dan Semester Satu? Merapat Ke Sini! - Rekomendasi Buku Pengantar Hukum

  Hai Hai! Kalian semester berapa sih sekarang? Coba cerita dong, kesan-kesan kuliah hukum kalian dan apa yang bikin kalian penasaran tentang kuliah hukum. Jadi kita diskusi bersama! Mungkin beberapa dari kalian sempat bingung, kalau kuliah fakultas hukum itu apa saja ya yang harus disiapkan sebelum kuliah...? Tentunya selain mempersiapkan diri secara fisik dan rohani, ada hal lain yang bisa kalian lakukan, yaitu dengan membaca buku pengantar hukum. Apa yang membuat buku-buku ini penting? Well , saat kamu masuk semester satu, kalian pastinya akan mempelajari dasar-dasar hukum di Indonesia maupun dasar-dasar hukum secara general. Tentunya, dosen-dosen kalian akan menggunakan acuan buku-buku yang bisa menjadi patokan agar kalian sendiri dapat mempelajarinya. Saat kita duduk dibangku SMA, kita mempelajari Pendidikan Kewanegaraan yaitu membahas negara apa sih kita ini? Oh... negara hukum. Lalu apa saja yang menjadi konstitusi negara kita? Bentuk negara kita ini apa? Sistem pemerintahan...

Postingan populer dari blog ini

Metode Analisa Hukum IRAC dan CRAC: Bagaimana caranya?

Hai semuanya - selamat membaca, untuk post kali ini aku akan bahas metode analisa hukum yang paling terkenal dan sering banget digunakan untuk penulisan, lomba, case study dan masih banyak lagi. Memang metode analisa hukum jarang banget di bahas atau diberikan kepada mahasiswa/i saat kuliah hukum, jadi aku harap dengan post ini kalian bisa mengerti dan menggunakannya saat kuliah hukum. Penggunaan metode analisa hukum sendiri sebenarnya bisa kalian gunakan untuk kapan pun, misalnya saat sedang ujian, membuat esai, saat sedang lomba peradilan semu dan bahkan untuk menjawab pertanyaan dosen tentang suatu hal. Yang pertama kalian harus tahu adalah nama atau jenis metode itu sendiri. Pada post ini aku akan bahas dua metode yaitu IRAC dan juga CRAC. Semuanya sama saja, jadi tergantung kalian lebih suka atau lebih senang menggunakan yang mana. Nah yang pertama kita punya IRAC ,  I         Issue R    Rule A    Analysis C    Conclusio...

International Moot Court Competition: A Guide

  International Moot Court Competition atau yang sering disingkat sebagai IMCC adalah salah satu lomba bergengsinya anak hukum nih. Sudah pada tau belum? Kalian suka penasaran gak sih gimana lombanya itu? Terus gimana cara mainnya? Disini kita akan bahas mengenai itu! Yang pertama harus kita ketahui adalah jenis dari lomba IMCC itu sendiri. Lomba IMCC ini beragam, ada yang tentang hukum perdata internasional, arbitrase, investasi asing, arbitrase tentang hukum maritim, hak asasi manusia, humaniter, dan (sepertinya) masih banyak lagi. Secara garis besar, kunci penting IMCC sama, tetapi biasanya cara kerja atau jenis hukumnya dan sumber hukumnya saja yang berbeda untuk tiap-tiap jenis lomba IMCC. Let me list down some of the competition you might've heard of: 1. Phillip C. Jessup  2. International Humanitarian Law 3. International Maritime Law Arbitration Moot  4. Foreign Direct Investment Moot 5. Tun Suffian 6. John H. Jackson Moot Court  dan masih banyak lagi. Okay, ...

Rekomendasi Film-Film (fakultas) Hukum!

Wah... mumpung lagi Study From Home, enaknya ngapain lagi selain nonton film? Ya gak? Disini kita kan kasih kalian rekomendasi film-film yang berkaitan dengan hukum/bertemakan hukum nih, jadi kalian ada semangat lagi kalau nanti belajar hukum!  Yuk, kita kupas.  1. Legally Blonde (2001) Siapa yang sudah nonton film ini? Apalagi yang suka sama drama, pasti tau dan sudah nonton film ini. Film ini bergenre komedi dan juga romansa, kita enggak akan ketemu dengan macam-macam kata-kata hukum ( legal terms ) di film ini, yang berbeda dengan film yang akan kita bahas di bawah.  Film ini menceritakan tentang seorang gadis bernama Elle Woods yang ditinggalkan oleh pacarnya karena merasa Elle 'tidak ada masa depan' dan hanya bermain-main saja dalam hidup, tidak ada keseriusan. Lalu Elle mengikuti pacarnya ke sekolah hukum dan belajar dengan serius. Selama itu, ia menyadari bahwa ada hal-hal yang jauh lebih berati yang ia temukan dalam jati dirinya selain 'tampang' dirinya saja....