Langsung ke konten utama

Persiapan Milih Judul Skripsi + Sidang

Kalian tim yang suka pusing dengan judul skripsi... atau tim yang pasang judul aja lalu go ? Atau kalian tim yang sudah tau banget nih apa judul dan yang lain-lainnya? Skripsi itu sebenarnya engga susah loh, tetapi kalian harus setidaknya 50% menguasai hukum dari tema skripsi yang ingin kalian ambil dan setidaknya 70% mengetahui kasus yang kalian ambil dan 80% menguasai isi proposal skripsi kalian.  Aku sering banget melihat anak-anak junior aku bingung kalau lagi skripsi-an, bahkan sebelum skripsi, pas lagi mau sidang proposal aja bingung banget. Nentuin judul bingung dan banyak isu/kasus hukum yang ingin di bawa atau di bahas sekaligus. Sebenarnya engga salah juga, tetapi semakin banyak isu yang kalian bawa, tentunya skripsi kalian akan lebih panjang dan mungkin akan semakin lama mengerjakannya. Yang kalian harus ingat adalah skripsi ini hanya sebagai syarat lulus. Jangan kalian bikin pusing diri sendiri dengan melakukan skripsi yang jauh diatas kemampuan kalian atau nyoba-nyoba ...

International Moot Court Competition: A Guide

 International Moot Court Competition atau yang sering disingkat sebagai IMCC adalah salah satu lomba bergengsinya anak hukum nih. Sudah pada tau belum? Kalian suka penasaran gak sih gimana lombanya itu? Terus gimana cara mainnya? Disini kita akan bahas mengenai itu!



Yang pertama harus kita ketahui adalah jenis dari lomba IMCC itu sendiri. Lomba IMCC ini beragam, ada yang tentang hukum perdata internasional, arbitrase, investasi asing, arbitrase tentang hukum maritim, hak asasi manusia, humaniter, dan (sepertinya) masih banyak lagi. Secara garis besar, kunci penting IMCC sama, tetapi biasanya cara kerja atau jenis hukumnya dan sumber hukumnya saja yang berbeda untuk tiap-tiap jenis lomba IMCC. Let me list down some of the competition you might've heard of:

1. Phillip C. Jessup 

2. International Humanitarian Law

3. International Maritime Law Arbitration Moot 

4. Foreign Direct Investment Moot

5. Tun Suffian

6. John H. Jackson Moot Court 

dan masih banyak lagi.

Okay, so apa sih international moot court?

Singkat dan mudahnya, IMCC adalah kompetisi peradilan semu internasional. Jika kita membayangkan peradilan, maka tentu kita tau siapa saja orang-orang yang ada didalamnya. Seperti jaksa, advokat, hakim, dan lain-lainnya lagi. Harus ada kasusnya, harus ada berkas yang diberikan oleh tiap advokat kepada pengadilan, lalu tiap advokat berkesempatan untuk menyampaikan kasus, keberatannya, dan juga pembelaannya , dll. 

Jadi disini, inilah yang kita lakukan. Kita sebagai mahasiswa/i hukum berperan sebagai "advokat" dalam peradilan yang dibuat oleh organizer lomba. Disini kita harus membuktikan kepada judges/hakim bahwa argumen atau pembelaan kita-lah yang paling kuat. 

Consist of ?

IMCC consist of two things in terms of people. Namun kita dapat pahami ini lewat  rules atau peraturan dari lomba tersebut. Contohnya seperti Jessup: beranggotakan 4 orang sebagai oralist dan sekitar 2-4 untuk researcher. Tapi berbeda dengan International Humanitarian Law ("IHL") yang hanya diwajibkan tim itu isinya 2 oralist dan 1 researcher

oralist itu apa sih? Oralist adalah tim inti dari lomba. Tugasnya adalah untuk membuat memorial dan menyiapkan pleading (sesuai pilihan masing-masing) dan nantinya, dialah yang akan maju kehadapan juri untuk menyampaikan isi memorial nya. Sedangkan untuk reseacher biasanya tugasnya adalah memberikan bantuan kepada oralist. Seperti mencari bahan hukum, membantu membuat argumen, dan lain-lain (tapi tentunya ini tergantung kepada tim masing-masing, tiap tim tidak sama tugas daripada reseacher ini)

Karena oralist adalah tim inti, ini mengartikan bahwa oralist memegang peran penting dalam tim. Sehingga, ketika mendaftar, biasanya peraturan dari lomba memberikan kesempatan kepada tim untuk mengganti nama oralist 1x saja dan itu kira2 sebulan-dua bulan setelah pendaftaran di buka. Artinya, jika misalkan tim kalian H-1 bulan sebelum maju lomba tiba-tiba mundur atau tidak mau jadi oralist, kacau balau deh.

it also consist of memorial. Memorial pada dasarnya adalah isi daripada argumen kita tentang kasus yang diberikan. Kasarnya seperti legal memo. Jadi, kita harus bisa mengelaborasikan kasus yang ada, apa dasar hukumnya (legal basis), apa analisa kita terhadap kasus itu dan lain-lain. Memo ini menjadi penting, dalam lomba pasti selalu ada batas kata. Jadi misalnya batas word 6000-8000 word, kita tidak boleh melewati batas itu, kalau melewati batas biasanya terdapat potongan point (minus). 

Kita juga tidak hanya membuat 1 memo. Selalu 2. Yaitu baik untuk pihak A dan pihak B. Jadi seperti ini, kalau di IHL tim berisikan 2 oralist yang keduanya memainkan peran sebagai prosecutor (jaksa penuntut) dan juga sebagai defendant (pembela). Sehingga, kedua tim harus menyiapkan memorial baik untuk prosecutor maupun defendant. Namun berbeda dengan Jessup yang berisikan 4 orang, 4 orang tersebut dibagi menjadi 2 bagian yaitu  dua oralist untuk applicant dan dua orang untuk respondent. Jadi dua orang tersebut dapat membuat 1 memorial untuk applicant dan dua lainnya untuk respondent.

Selanjutnya adalah pleading, ini adalah saatnya para oralist menunjukkan kemampuannya dalam berbicara dan menyampaikan argumennya kepada para juri. Tergantung kepada lombanya tapi biasanya oralist diberikan waktu menyampaikan pleadingnya selama 30-45 menit untuk 1 tim (2 org oralist: defendant atau applicant). Pada saat ini, tiap oralist dipersilahkan untuk menyampaikan isi memorialnya yang biasanya berisi opening statement-pleading-closing statement, disela-sela penyampaianya oralist akan diberikan pertanyaan secara langsung dari juri-juri.

Nah itu adalah kunci-kunci penting yang perlu kalian pahami terlebih dahulu tentang IMCC. Sekarang kita beralih sedikit kepada hal-hal lain yang juga sama saja pentingnya, yaitu persiapan. Karena rentang waktu mempersiapkan IMCC itu cukup lama, hal yang harus kalian siapkan adalah fisik, rohani, kemampuan berbahasa inggris, possible question yang mungkin akan ditanyakan, kerja sama tim tentang fakta lomba (jangan sampai pertanyaan yang sama tapi dijawab beda sama tiap oralist)

Biasanya jika kita memainkan moot court, kita selalu ditemani dengan Partner, jadi selalu berdua. Kita ini dipanggil dengan sebutan "Oralist" yang artinya kita adalah pemain utama dalam tim, kita yang menyampaikan argumen kasus lomba kita ke juri. Maka, pada saat hari H lomba, kita akan mengenakan lengkap satu set kemeja-celana/rok bahan-sepatu pantofel/heels-dasi-blazer/jas. 

Namun sebelum kita membahas ke sana, kita harus mundur beberapa bulan untuk mengetahui apa sih yang harus dilakukan sebelum hari H. Pertama, kasus. Biasanya kasus yang diberikan oleh tiap organizer lomba selalu H-1 bulan atau bisa lebih dari 1 bulan sebelum pendaftaran lomba dibuka. Jadi kita bisa mempersiapkan diri lebih awal dengan cara mencari tim (yang terdiri dari oralist, researcher dan juga coach). Setelah itu kita bisa langsung mulai membuat memorial kita.

Memorial adalah berkas lomba yang harus kita buat dengan mengikuti standar dan peraturan yang diberikan oleh organizer. Seperti misalnya memorial atau memo, dibuat dengan times new roman, ft 12, citation harus sesuai dari awal sampai akhir, memo terdiri dari 3 kerangka, dll. Jadi penting bagi kita untuk mengikuti seluruh peraturan ini karena jika tidak diikuti, memo kita akan mendapatkan minus dan hal ini tidak baik tentunya.

Momen mengerjakan memo adalah yang paling membosankan menurut saya. Bayangkan bahwa selama berbulan-bulan kita harus terus berkutat dengan didepan layar laptop atau komputer, untuk mencari bahan hukum, kasus-kasus yang relevan, sumber-sumber lainnya, belum lagi kita harus membuat argumen! Jadi, biasanya dalam memo (Contoh dalam International Humanitarian Law ["IHL"]) itu terdiri dari 3 kerangka: 1. Preliminary Matters 2. Pleading 3. Prayer for Relief. Nah jadi kita harus bikin nih tiga-tiganya. 

Hal lain yang perlu kita perhatikan adalah kapan memo ini dikumpulkan. Biasanya H-1 bulan sebelum lomba dimulai. Jadi misalnya kalau IHL biasanya lomba dimulai pada awal November, let's say 3-5 November, maka memo sudah harus dikumpul sebelum bulan November. Semua ini harus sudah lengkap dan ditulis dengan penulisan bahasa inggris yang baik, benar, dan rapih. Rapih tidaknya atau sesuai tidaknya tentu tergantung pada penilaian daripada Judges sendiri nantinya. 

Yang bisa dilakukan oleh kita mooters selagi menunggu datangnya hari H lomba adalah belajar pleading. Pleading ini terdapat dalam isi memo kita yaitu pada bagian 2. Kalau pleading dalam memo isinya adalah seluruh argumen dari dakwaan kasus (IHL). Seperti misalnya Kolonel X didakwa dengan genosida, kejahatan kemanusiaan dan kejahatan perang atas pemerkosaan. Maka pleading kita berisikan tiga dakwaan itu yang kita jabarkan seluruhnya dengan legal basis dan analisis dan argumen kita. Kalimat dalam memo biasanya lebih baku. Tetapi jika pleading yang dimaksud adalah yang diluar memo, artinya untuk nanti lomba, ini adalah penjabaran oralist kepada juri tentang isi memo dirinya.

Pleading biasanya terdiri dari tiga tahapan: oralist 1 membawakan opening statement, isi memo (contoh) preliminary matters dan dakwaan 1, sedangkan oralist 2 membawakan dakwaan 2 dan 3 serta closing statement. Selama perlombaan, oralist diberikan waktu yang telah ditetapkan untuk menyampaikan argumennya. Kedua oralist harus menyampaikan isi memo dari kerangka 1-3. Lalu bagaimana jika waktu tidak cukup? Nah, inilah yang menjadi penilaian juri tentang bagaimana time management yang dilakukan oleh oralist tersebut, apakah baik atau tidak atau biasa saja mungkin. 

Yang menjadi persoalan adalah, katakan waktu yang diberikan kepada oralist pertama itu 25 menit. Nah kamu berlatih bahwa dalam menyampaikan opening statement, kerangka 1 dan dakwaan 1, total waktu yang kamu habiskan adalah 20 menit. Sisa 5 menit, kan? Ternyata juri melontarkan pertanyaan kepada kamu sekitar 5-6 pertanyaan yang masing-masing pertanyaannya bisa menghabiskan waktu 2-4 menit. Maka waktu kamu akan habis ditengah jalan duluan karena harus menjawab pertanyaan juri. 

Karena itu time management yang dilakukan oleh oralist menjadi penting, karena kalau mau bagus, tentunya kamu harus menjelaskan seluruh dakwaan kan?

Dalam lomba IHL tim terdiri dari empat orang, 2 oralist, 1 reseacher dan 1 coach. Oralist kalain sudah tahu kan jadi apa tugasnya? Kalau reseacher biasanya dia adalah orang yang membantu kamu baik untuk mencari bahan hukum, memberikan legal argument, atau terserah. Tidak ada lingkup pasti untuk researcher semua tergantung kepada universitas masing-masing atau tim. 2 Oralist ini dalam lomba IHL kan memainkan 2 peran. 

IHL terdiri dari 1. Prosecutor (jaksa penuntut) dan 2. Defendant (pembela). Jadi kamu, oralist 1 dan 2, akan membuat dua memorial yaitu memorial untuk prosecutor dan memorial untuk defendant. Saat maju hari H, kalian berdua akan berperan sebagai prosecutor dan menyampaikan memo prosecutor kalian, sementara lawan akan membawakan memorial defendant mereka. Dan juga nantinya, setelah beberapa waktu (tergantung jadwal yang kalian dapatkan) kalian akan kembali sekali lagi untuk menjadi pembela dan membawakan argumen pembela kalian sementara lawan membawakan argumen prosecutor mereka.

Jadi memang, meskipun ranah IHL tergolong sempit karena hanya berkutat pada hukum humaniter, perang, dan pidana internasional, peran yang dimainkan oleh oralist begitu berat. Sedangkan dalam Jessup misalnya, tim terdiri dari 4 orang oralist, coach, dan researcher. 4 oralist ini terdiri dari 2 applicant dan 2 respondent. Jadi beban pembuatan memo dan pleading tidak berubah-ubah dari awal (jika diawal sudah ditetapkan).

Nah sekarang kalian sudah tau, mekanisme lomba mooting dari awal sampai akhir, lalu apa lagi sih yang harus diperhatikan? Tentunya persiapan mental, jasmani dan rohani. IMCC memang bergensi, bahkan banyak yang mengatakan "wah kalau sudah main jessup, kamu pasti CV-nya bagus!", "wah kalau sudah pernah ikut mooting, pasti pintar!", eitsss tidak juga boss. Mooting itu susah sekali dan tentu saja semua ada rankingnya. 

Lomba-lomba seperti jessup dan ihl selalu ada ranking, yaitu ranking memorial, ranking tim, dan ranking oralist. Jadi kita bisa lihat oralist 1 ada diposisi berapa nih, dan yang kedua ada dimana nih, atau lawan kita ada diposisi mana nih. Selain itu, membuat memo sendiri biasanya sangat memakan waktu (apalagi kamu first time), kadang empat-lima bulan saja tidak cukup. Belum lagi kalau kamu berantem atau berdebat dengan partner kamu sendiri, hal ini seringkali dialami oleh berbagai mooters saat lomba. 

Kalian juga harus setidaknya yakin bahwa bahasa inggris kalian baik dalam menulis maupun berbicara itu sudah adequate. Seperti grammar, pelafalan, pendengaran. Juri-juri dalam lomba mooting pasti selalu ada bule. Entah juri yang ahli dalam bidangnya atau dia bekerja dengan organizer, beberapa dari mereka bisa dari Hong Kong, Australia, Singapura, Jepang, dan lain-lain. Maksudnya, tidak semua aksennya dapat kita mengerti atau kita familiar, karena itu listening kita juga harus bagus. Ada beberapa juri, yang kalau kita menjawab pertanyaan mereka dengan jawaban yang salah atau tidak selaras dengan pertanyaannya, dia akan langsung dismissed itu. Tapi ada juga juri yang kekeh pertanyaannya yang itu harus dijawab dengan sesuai dan selaras. 

Berbicara dengan baik dan jelas membantu kita agar para juri mau mendengarkan kita. Karena tidak banyak loh juri yang malas mendengarkan setelah 5-10 menit pertama. Apalagi kalau kita monotone, tidak berekspresi, atau cara pelafalan kita tidak jelas. This can be downhill from the start. That's why persiapan untuk pleading itu perlu banget, apalagi untuk latihan tanya-jawab.

Sekian dulu dari saya... Bagaimana pendapat kalian? Mooting meskipun terlihat susah, tapi sebenarnya asik banget kok! Apalagi kalau nanti bisa ketemu dan kenalan sama temen-temen baru disana dari univ lain. That aside, mooting sendiri memberikan kita tantangan yang luar biasa dan membantu kita nge-shape cara berfikir kita. Jadi, kalian kalau tertarik, wajib untuk ikut! 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Metode Analisa Hukum IRAC dan CRAC: Bagaimana caranya?

Hai semuanya - selamat membaca, untuk post kali ini aku akan bahas metode analisa hukum yang paling terkenal dan sering banget digunakan untuk penulisan, lomba, case study dan masih banyak lagi. Memang metode analisa hukum jarang banget di bahas atau diberikan kepada mahasiswa/i saat kuliah hukum, jadi aku harap dengan post ini kalian bisa mengerti dan menggunakannya saat kuliah hukum. Penggunaan metode analisa hukum sendiri sebenarnya bisa kalian gunakan untuk kapan pun, misalnya saat sedang ujian, membuat esai, saat sedang lomba peradilan semu dan bahkan untuk menjawab pertanyaan dosen tentang suatu hal. Yang pertama kalian harus tahu adalah nama atau jenis metode itu sendiri. Pada post ini aku akan bahas dua metode yaitu IRAC dan juga CRAC. Semuanya sama saja, jadi tergantung kalian lebih suka atau lebih senang menggunakan yang mana. Nah yang pertama kita punya IRAC ,  I         Issue R    Rule A    Analysis C    Conclusio...

Rekomendasi Film-Film (fakultas) Hukum!

Wah... mumpung lagi Study From Home, enaknya ngapain lagi selain nonton film? Ya gak? Disini kita kan kasih kalian rekomendasi film-film yang berkaitan dengan hukum/bertemakan hukum nih, jadi kalian ada semangat lagi kalau nanti belajar hukum!  Yuk, kita kupas.  1. Legally Blonde (2001) Siapa yang sudah nonton film ini? Apalagi yang suka sama drama, pasti tau dan sudah nonton film ini. Film ini bergenre komedi dan juga romansa, kita enggak akan ketemu dengan macam-macam kata-kata hukum ( legal terms ) di film ini, yang berbeda dengan film yang akan kita bahas di bawah.  Film ini menceritakan tentang seorang gadis bernama Elle Woods yang ditinggalkan oleh pacarnya karena merasa Elle 'tidak ada masa depan' dan hanya bermain-main saja dalam hidup, tidak ada keseriusan. Lalu Elle mengikuti pacarnya ke sekolah hukum dan belajar dengan serius. Selama itu, ia menyadari bahwa ada hal-hal yang jauh lebih berati yang ia temukan dalam jati dirinya selain 'tampang' dirinya saja....