Langsung ke konten utama

Persiapan Milih Judul Skripsi + Sidang

Kalian tim yang suka pusing dengan judul skripsi... atau tim yang pasang judul aja lalu go ? Atau kalian tim yang sudah tau banget nih apa judul dan yang lain-lainnya? Skripsi itu sebenarnya engga susah loh, tetapi kalian harus setidaknya 50% menguasai hukum dari tema skripsi yang ingin kalian ambil dan setidaknya 70% mengetahui kasus yang kalian ambil dan 80% menguasai isi proposal skripsi kalian.  Aku sering banget melihat anak-anak junior aku bingung kalau lagi skripsi-an, bahkan sebelum skripsi, pas lagi mau sidang proposal aja bingung banget. Nentuin judul bingung dan banyak isu/kasus hukum yang ingin di bawa atau di bahas sekaligus. Sebenarnya engga salah juga, tetapi semakin banyak isu yang kalian bawa, tentunya skripsi kalian akan lebih panjang dan mungkin akan semakin lama mengerjakannya. Yang kalian harus ingat adalah skripsi ini hanya sebagai syarat lulus. Jangan kalian bikin pusing diri sendiri dengan melakukan skripsi yang jauh diatas kemampuan kalian atau nyoba-nyoba ...

Tipikal Anak Hukum

Menurut gue, ada tiga tipikal anak hukum:

Anak hukum itu biasanya suka banget bilang atau menunjukkan kepada orang-orang kalau "Gue anak jurusan hukum nih", karena banyak banget streriotip kalau anak hukum itu adalah sesuatu yang bisa dibilang cukup keren, sadis, anak-anak reformasi, dan bahkan ditakuti. Tapi pada kenyataannya? apakah anak hukum semenakutkan itu dimata kalian? sebergensi itu?

Sejujurnya berdasarkan pengalaman gue, jadi anak hukum itu capek, lelah, dan letih. Both pyschically and mentally. Bukan cuman yang capek karena materinya sendiri tapi juga capek karena tekanan-tekanan dari luar seperti contohnya: Lagi ngumpul-ngumpul sama keluaga terus mereka tau kamu adalah anak hukum, muncul tuh pasti pertanyaan "Oh iya, jadi kalau saya cerai wah ya ada kamu lah ya" atau "Oh jadi nanti kalau om di tipu, kamu ngerti lah ya, bisa bantu om." tapiii jangan sampe "kalau nanti saya bunuh orang, kamu bisa bela saya kan? keluarin saya dari penjara?"

Sedih kan? Tekanannya parah banget, karena pada kenyataannya pun kuliah dan praktek hukum itu berbeda. Kita mempelajari banyak istilah hukum yang pada dasarnya mungkin bahkan engga akan dipakai dalam kehidupan nyata alias praktek. Hukum itu sifatnya seperti harus kita interpretasi sendiri juga daripada hanya menggunakannya. Inilah yang membuat hukum itu susah, bahwa selain kita harus mengerti dan menangkap interpretasinya, dalam pengaplikasiannya pun sulit.

NAH, karena itu tentunya tipikal anak hukum itu berbeda-beda, dan kali ini gue akan bahas 3 tipikal anak hukum yang paling common atau umum.

  1. YANG KUPU-KUPU
    aha, oke ini mungkin gak cuma anak hukum aja tapi most daripada anak-anak kuliah sendiri. Tapi gimana sih tipikal anak hukum yang kupu-kupu?p.s. : ini mungkin engga akan sama tapi this is based from my campus experience and people i see on my campus.Biasanya anak hukum yang kupu-kupu itu adalah anak hukum yang ingin nilai bagus, sibuk, atau bahkan hanya engga mau menghabiskan waktu di kampus terlalu lama. Biasanya mereka adalah tipikal anak hukum yang engga mau bersosialisasi dikampus, tidak ikut lomba dan organisasi dan juga hanya bertujuan untuk kuliah, nilai bagus, pulang. Tapi sejujurnya teman, jangan jadi mahasiswa/i hukum yang seperti ini karena relasi itu penting apalagi dalam jurusan hukum.
  2. YANG AMBIS
    sejujurnya ketika masuk kuliah hukum dan menjalani dua semester awal, gue engga percaya sama yang namanya anak "ambis" karena for real? law school seems easy. Tapi pada kenyataannya, banyak sekali anak dikampus gue yang ambis. Ambis parahnya itu yang sampai ada yang membohongi teman sendiri dalam memberitahukan materi, jealous literally jealoussss temannya dapat nilai yang lebih besar, menolak untuk belajar bareng atau share materi, dan masih banyak lagi.
    Menurut gue dalam perkulaiahan you don't have to be this kind of person karena nilai yang kalian dapatkan dengan nilai teman kalian engga akan membawa perbedaan apapun. Nilai yang kita dapat adalah pure nilai untuk kita sendiri dan tidak mempengaruhi atau dipengaruhi dari nilai classmate kita yang lebih besar atau lebih kecil. All individual.
    Ketika mahasiswa/i punya goals untuk cumlaude atau mendapatkan nilai bagus, its a good thing. Tapi jangan sampai kita juga menjadi seseorang yang pelit ilmu kepada orang lain atau bahkan egois, karena ingat nilai yang kita dapat adalah individu.
  3. YANG GABUT DAN GAJELAS TUJUAN HIDUPNYA
    Banyak kan yang begini? Bahkan engga cuma di fakultas hukum doang. But what you need to know in getting into law school is that this is a serious field, and you can't just doing nothing and be ok with it.
    Kuliah hukum mungkin tidak begitu terasa sulit seperti kuliah akuntansi yang setiap harinya harus menghitung angka-angka. Namun jangan salah bahwa kuliah hukum itu seharusnya sulit. Tidak semua orang itu adalah orang hukum dan untuk menjadi orang hukum, perlu pengalaman.
    Banyak banget anak hukum di kampus gue yang benar-benar gabut gatau hidupnya mau ngapain, ke kelas juga jarang, masuk tapi cuma tidur. To be honest, its fine cuz its their life. Tapi cobalah untuk menghindari orang-orang seperti ini atau coba untuk bangkitkan semangat mereka. Karena jangan sampai kalian telat menyadari bahwa kuliah hukum itu tidak seharusnya kalian main - main.

So, what others type of law student you know?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Metode Analisa Hukum IRAC dan CRAC: Bagaimana caranya?

Hai semuanya - selamat membaca, untuk post kali ini aku akan bahas metode analisa hukum yang paling terkenal dan sering banget digunakan untuk penulisan, lomba, case study dan masih banyak lagi. Memang metode analisa hukum jarang banget di bahas atau diberikan kepada mahasiswa/i saat kuliah hukum, jadi aku harap dengan post ini kalian bisa mengerti dan menggunakannya saat kuliah hukum. Penggunaan metode analisa hukum sendiri sebenarnya bisa kalian gunakan untuk kapan pun, misalnya saat sedang ujian, membuat esai, saat sedang lomba peradilan semu dan bahkan untuk menjawab pertanyaan dosen tentang suatu hal. Yang pertama kalian harus tahu adalah nama atau jenis metode itu sendiri. Pada post ini aku akan bahas dua metode yaitu IRAC dan juga CRAC. Semuanya sama saja, jadi tergantung kalian lebih suka atau lebih senang menggunakan yang mana. Nah yang pertama kita punya IRAC ,  I         Issue R    Rule A    Analysis C    Conclusio...

International Moot Court Competition: A Guide

  International Moot Court Competition atau yang sering disingkat sebagai IMCC adalah salah satu lomba bergengsinya anak hukum nih. Sudah pada tau belum? Kalian suka penasaran gak sih gimana lombanya itu? Terus gimana cara mainnya? Disini kita akan bahas mengenai itu! Yang pertama harus kita ketahui adalah jenis dari lomba IMCC itu sendiri. Lomba IMCC ini beragam, ada yang tentang hukum perdata internasional, arbitrase, investasi asing, arbitrase tentang hukum maritim, hak asasi manusia, humaniter, dan (sepertinya) masih banyak lagi. Secara garis besar, kunci penting IMCC sama, tetapi biasanya cara kerja atau jenis hukumnya dan sumber hukumnya saja yang berbeda untuk tiap-tiap jenis lomba IMCC. Let me list down some of the competition you might've heard of: 1. Phillip C. Jessup  2. International Humanitarian Law 3. International Maritime Law Arbitration Moot  4. Foreign Direct Investment Moot 5. Tun Suffian 6. John H. Jackson Moot Court  dan masih banyak lagi. Okay, ...

Rekomendasi Film-Film (fakultas) Hukum!

Wah... mumpung lagi Study From Home, enaknya ngapain lagi selain nonton film? Ya gak? Disini kita kan kasih kalian rekomendasi film-film yang berkaitan dengan hukum/bertemakan hukum nih, jadi kalian ada semangat lagi kalau nanti belajar hukum!  Yuk, kita kupas.  1. Legally Blonde (2001) Siapa yang sudah nonton film ini? Apalagi yang suka sama drama, pasti tau dan sudah nonton film ini. Film ini bergenre komedi dan juga romansa, kita enggak akan ketemu dengan macam-macam kata-kata hukum ( legal terms ) di film ini, yang berbeda dengan film yang akan kita bahas di bawah.  Film ini menceritakan tentang seorang gadis bernama Elle Woods yang ditinggalkan oleh pacarnya karena merasa Elle 'tidak ada masa depan' dan hanya bermain-main saja dalam hidup, tidak ada keseriusan. Lalu Elle mengikuti pacarnya ke sekolah hukum dan belajar dengan serius. Selama itu, ia menyadari bahwa ada hal-hal yang jauh lebih berati yang ia temukan dalam jati dirinya selain 'tampang' dirinya saja....