Anak hukum itu biasanya suka banget bilang atau menunjukkan kepada orang-orang kalau "Gue anak jurusan hukum nih", karena banyak banget streriotip kalau anak hukum itu adalah sesuatu yang bisa dibilang cukup keren, sadis, anak-anak reformasi, dan bahkan ditakuti. Tapi pada kenyataannya? apakah anak hukum semenakutkan itu dimata kalian? sebergensi itu?
Sejujurnya berdasarkan pengalaman gue, jadi anak hukum itu capek, lelah, dan letih. Both pyschically and mentally. Bukan cuman yang capek karena materinya sendiri tapi juga capek karena tekanan-tekanan dari luar seperti contohnya: Lagi ngumpul-ngumpul sama keluaga terus mereka tau kamu adalah anak hukum, muncul tuh pasti pertanyaan "Oh iya, jadi kalau saya cerai wah ya ada kamu lah ya" atau "Oh jadi nanti kalau om di tipu, kamu ngerti lah ya, bisa bantu om." tapiii jangan sampe "kalau nanti saya bunuh orang, kamu bisa bela saya kan? keluarin saya dari penjara?"

Sedih kan? Tekanannya parah banget, karena pada kenyataannya pun kuliah dan praktek hukum itu berbeda. Kita mempelajari banyak istilah hukum yang pada dasarnya mungkin bahkan engga akan dipakai dalam kehidupan nyata alias praktek. Hukum itu sifatnya seperti harus kita interpretasi sendiri juga daripada hanya menggunakannya. Inilah yang membuat hukum itu susah, bahwa selain kita harus mengerti dan menangkap interpretasinya, dalam pengaplikasiannya pun sulit.
NAH, karena itu tentunya tipikal anak hukum itu berbeda-beda, dan kali ini gue akan bahas 3 tipikal anak hukum yang paling common atau umum.
- YANG KUPU-KUPUaha, oke ini mungkin gak cuma anak hukum aja tapi most daripada anak-anak kuliah sendiri. Tapi gimana sih tipikal anak hukum yang kupu-kupu?p.s. : ini mungkin engga akan sama tapi this is based from my campus experience and people i see on my campus.Biasanya anak hukum yang kupu-kupu itu adalah anak hukum yang ingin nilai bagus, sibuk, atau bahkan hanya engga mau menghabiskan waktu di kampus terlalu lama. Biasanya mereka adalah tipikal anak hukum yang engga mau bersosialisasi dikampus, tidak ikut lomba dan organisasi dan juga hanya bertujuan untuk kuliah, nilai bagus, pulang. Tapi sejujurnya teman, jangan jadi mahasiswa/i hukum yang seperti ini karena relasi itu penting apalagi dalam jurusan hukum.
- YANG AMBISsejujurnya ketika masuk kuliah hukum dan menjalani dua semester awal, gue engga percaya sama yang namanya anak "ambis" karena for real? law school seems easy. Tapi pada kenyataannya, banyak sekali anak dikampus gue yang ambis. Ambis parahnya itu yang sampai ada yang membohongi teman sendiri dalam memberitahukan materi, jealous literally jealoussss temannya dapat nilai yang lebih besar, menolak untuk belajar bareng atau share materi, dan masih banyak lagi.Menurut gue dalam perkulaiahan you don't have to be this kind of person karena nilai yang kalian dapatkan dengan nilai teman kalian engga akan membawa perbedaan apapun. Nilai yang kita dapat adalah pure nilai untuk kita sendiri dan tidak mempengaruhi atau dipengaruhi dari nilai classmate kita yang lebih besar atau lebih kecil. All individual.Ketika mahasiswa/i punya goals untuk cumlaude atau mendapatkan nilai bagus, its a good thing. Tapi jangan sampai kita juga menjadi seseorang yang pelit ilmu kepada orang lain atau bahkan egois, karena ingat nilai yang kita dapat adalah individu.
- YANG GABUT DAN GAJELAS TUJUAN HIDUPNYABanyak kan yang begini? Bahkan engga cuma di fakultas hukum doang. But what you need to know in getting into law school is that this is a serious field, and you can't just doing nothing and be ok with it.Kuliah hukum mungkin tidak begitu terasa sulit seperti kuliah akuntansi yang setiap harinya harus menghitung angka-angka. Namun jangan salah bahwa kuliah hukum itu seharusnya sulit. Tidak semua orang itu adalah orang hukum dan untuk menjadi orang hukum, perlu pengalaman.Banyak banget anak hukum di kampus gue yang benar-benar gabut gatau hidupnya mau ngapain, ke kelas juga jarang, masuk tapi cuma tidur. To be honest, its fine cuz its their life. Tapi cobalah untuk menghindari orang-orang seperti ini atau coba untuk bangkitkan semangat mereka. Karena jangan sampai kalian telat menyadari bahwa kuliah hukum itu tidak seharusnya kalian main - main.
So, what others type of law student you know?

Komentar
Posting Komentar