Langsung ke konten utama

Persiapan Milih Judul Skripsi + Sidang

Kalian tim yang suka pusing dengan judul skripsi... atau tim yang pasang judul aja lalu go ? Atau kalian tim yang sudah tau banget nih apa judul dan yang lain-lainnya? Skripsi itu sebenarnya engga susah loh, tetapi kalian harus setidaknya 50% menguasai hukum dari tema skripsi yang ingin kalian ambil dan setidaknya 70% mengetahui kasus yang kalian ambil dan 80% menguasai isi proposal skripsi kalian.  Aku sering banget melihat anak-anak junior aku bingung kalau lagi skripsi-an, bahkan sebelum skripsi, pas lagi mau sidang proposal aja bingung banget. Nentuin judul bingung dan banyak isu/kasus hukum yang ingin di bawa atau di bahas sekaligus. Sebenarnya engga salah juga, tetapi semakin banyak isu yang kalian bawa, tentunya skripsi kalian akan lebih panjang dan mungkin akan semakin lama mengerjakannya. Yang kalian harus ingat adalah skripsi ini hanya sebagai syarat lulus. Jangan kalian bikin pusing diri sendiri dengan melakukan skripsi yang jauh diatas kemampuan kalian atau nyoba-nyoba ...

Serunya Ikut Lomba Jurusan Hukum

Eh... Pengadilan? Pengadilan Boongan?

Do justice even though the sky may fall.  

anjayyyy. ahahaha.

Hello guys! Welcome back again to bibiloti, kali ini gue pengen bahas mengenai serunya lomba-lomba yang ada fakultas hukum. Beberapa dari kalian mungkin sudah pernah mengikuti kegiatan lomba ini, tapi mungkin beberapa dari kalian juga belom  mengikuti kegiatan lomba ini. So, let's talk about them.

Yang pertama dan paling favorite! > MOOTING / MOOT COURT COMPETITION

IMCC
IMCC

Moot Court atau mooting itu apa sih? Moot court sendiri artinya dalam bahasa Indonesia adalah peradilan semu. Biasanya, moot court ini sering dijadikan suatu kegiatan eksul/ukm oleh fakultas hukum untuk belajar mengenai simulasi pengadilan. 

Moot court sendiri dibagi menjadi 2, ada moot court nasional atau biasa yang disingkat sebagai NMCC dan juga moot court internasional atau IMCC. 

Dari keduanya, ini jauh berbeda banget proses/cara kerjanya. Yang pastinya sama proses kerjanya adalah pertama, kita harus sama-sama bikin berkas. Lalu kedua, baru setelah pembuatan dan pengumpulan berkas kita dapat mempresentasikan/melakukan plea dari berkas yang sudah kita buat.

Nah kalau IMCC gimana sih tahapannya? IMCC atau International Moot Court Competition, biasanya terdiri dari 2 sampai 4 bahkan 6 anggota. 2/4 adalah pembicara atau oralist dan 2 atau bisa lebih sebagai reseacher. Kasus dalam IMCC sendiri itu banyak dan berbeda-beda, yang pasti semuanya international dan berbahasa inggris, IMCC kasusnya bisa tentang hukum laut, hukum humaniter, kasus batas negara, arbitrase dan lain-lain, ranah nya luas banget. 

NMCC, sumber: uki.ac.id
Kalau NMCC, karena merupakan simulasi daripada peradilan nasional alias peradilan Indonesia, maka kita akan berperan bisa sebagai hakim, panitera, kuasa hukum, jaksa penuntut, juru sumpah, dll. Menarik banget. Pembuatan berkas dalam NMCC-pun cenderung lama dan banyak banget karena tiap peran harus buat berkas contoh kalau jadi jaksa penutut dia harus bikin berkas PU dan begitu pula sebaliknya. NMCC juga bisa tentang apa saja, bisa tentang tindak pidana korupsi, corporate, dll. 

Yang membedakan kedua moot court ini adalah, pada saat mempresentasikan/melakukan plea kita, NMCC cenderung menghapal dan memainkan peran. Semua script sudah ada dan kita hanya perlu menghapal dan memainkan peran kita saat pengadilan berlangsung. (Kesannya mudah tapi engga, suer). Sedangkan kalau IMCC, ketika sudah membuat berkas capek-capek tu, kita harus melakukan plea sambilan dengan ditanya-tanya oleh juri/judges yang rata-rata adalah ahli hukum dibidangnya. 

Kedua, Debat.

Debat ini bisa nasional dan juga internasional. Tapi debat nasional di Indonesia sangat bergengsi loh! Ada debat Mahkamah Konstitusi, debat-debat Law Fair yang diadakan oleh universitas-universitas ternama di Indonesia. Tim debat rata-rata terdiri dari 3 orang, yaitu pembicara 1, 2 , dan 3. Materi debat/mosi nya juga mencakup ranah yang sangat luas, bisa mengenai peraturan-peraturan yang ada di Indonesia, peraturan yang hendak atau sedang diujikan, dll. 



Ketiga, MUN atau Model United Nations. 

Sebenarnya model united nations (mun) ini engga wajib juga sih untuk anak hukum, tapi banyak banget universitas-universitas di Indonesia yang acap kali ikut MUN diberbagai daerah, mulai secara regional, nasional maupun internasional.

MUN sendiri sebenarnya tidak dikhususkan untuk anak-anak hukum saja dan bahkan tidak dikhususkan untuk sarjana satu saja. MUN ini sifatnya terbuka dan cukup bebas, pada intinya dalam program ini kita berperan sebagai suatu negara dan melakukan diplomasi dengan negara-negara lain untuk mencapai suatu kesepakatan.

Karena tidak hanya dikhususkan untuk fakultas hukum ataupun sarjana satu, kalian jangan kaget kalau nanti ikut MUN dan ternyata bertemu dengan anak-anak diluar jurusan kalian seperti HI, Ilkom, atau bahkan dari Fakultas Kedokteran. Dan juga bertemu dengan ibu-ibu yang sudah kerja, kakak-kakak yang sedang mengampu program magister atau adik-adik yang SMA. 

Selain ketiga itu, tentu ada juga yang lain seperti LKTI, legal drafting, essay, role play dan lain-lain yang dapat diikuti selama mengampu kuliah jurusan Hukum. Nah, kalau kalian sudah pada tau belom lomba-lomba tersebut yang disebut diatas? Apakah kalian juga pernah mengikuti salah satu dari yang disebutkan diatas? Kalau ya, let me know!


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Metode Analisa Hukum IRAC dan CRAC: Bagaimana caranya?

Hai semuanya - selamat membaca, untuk post kali ini aku akan bahas metode analisa hukum yang paling terkenal dan sering banget digunakan untuk penulisan, lomba, case study dan masih banyak lagi. Memang metode analisa hukum jarang banget di bahas atau diberikan kepada mahasiswa/i saat kuliah hukum, jadi aku harap dengan post ini kalian bisa mengerti dan menggunakannya saat kuliah hukum. Penggunaan metode analisa hukum sendiri sebenarnya bisa kalian gunakan untuk kapan pun, misalnya saat sedang ujian, membuat esai, saat sedang lomba peradilan semu dan bahkan untuk menjawab pertanyaan dosen tentang suatu hal. Yang pertama kalian harus tahu adalah nama atau jenis metode itu sendiri. Pada post ini aku akan bahas dua metode yaitu IRAC dan juga CRAC. Semuanya sama saja, jadi tergantung kalian lebih suka atau lebih senang menggunakan yang mana. Nah yang pertama kita punya IRAC ,  I         Issue R    Rule A    Analysis C    Conclusio...

International Moot Court Competition: A Guide

  International Moot Court Competition atau yang sering disingkat sebagai IMCC adalah salah satu lomba bergengsinya anak hukum nih. Sudah pada tau belum? Kalian suka penasaran gak sih gimana lombanya itu? Terus gimana cara mainnya? Disini kita akan bahas mengenai itu! Yang pertama harus kita ketahui adalah jenis dari lomba IMCC itu sendiri. Lomba IMCC ini beragam, ada yang tentang hukum perdata internasional, arbitrase, investasi asing, arbitrase tentang hukum maritim, hak asasi manusia, humaniter, dan (sepertinya) masih banyak lagi. Secara garis besar, kunci penting IMCC sama, tetapi biasanya cara kerja atau jenis hukumnya dan sumber hukumnya saja yang berbeda untuk tiap-tiap jenis lomba IMCC. Let me list down some of the competition you might've heard of: 1. Phillip C. Jessup  2. International Humanitarian Law 3. International Maritime Law Arbitration Moot  4. Foreign Direct Investment Moot 5. Tun Suffian 6. John H. Jackson Moot Court  dan masih banyak lagi. Okay, ...

Rekomendasi Film-Film (fakultas) Hukum!

Wah... mumpung lagi Study From Home, enaknya ngapain lagi selain nonton film? Ya gak? Disini kita kan kasih kalian rekomendasi film-film yang berkaitan dengan hukum/bertemakan hukum nih, jadi kalian ada semangat lagi kalau nanti belajar hukum!  Yuk, kita kupas.  1. Legally Blonde (2001) Siapa yang sudah nonton film ini? Apalagi yang suka sama drama, pasti tau dan sudah nonton film ini. Film ini bergenre komedi dan juga romansa, kita enggak akan ketemu dengan macam-macam kata-kata hukum ( legal terms ) di film ini, yang berbeda dengan film yang akan kita bahas di bawah.  Film ini menceritakan tentang seorang gadis bernama Elle Woods yang ditinggalkan oleh pacarnya karena merasa Elle 'tidak ada masa depan' dan hanya bermain-main saja dalam hidup, tidak ada keseriusan. Lalu Elle mengikuti pacarnya ke sekolah hukum dan belajar dengan serius. Selama itu, ia menyadari bahwa ada hal-hal yang jauh lebih berati yang ia temukan dalam jati dirinya selain 'tampang' dirinya saja....