Langsung ke konten utama

Persiapan Milih Judul Skripsi + Sidang

Kalian tim yang suka pusing dengan judul skripsi... atau tim yang pasang judul aja lalu go ? Atau kalian tim yang sudah tau banget nih apa judul dan yang lain-lainnya? Skripsi itu sebenarnya engga susah loh, tetapi kalian harus setidaknya 50% menguasai hukum dari tema skripsi yang ingin kalian ambil dan setidaknya 70% mengetahui kasus yang kalian ambil dan 80% menguasai isi proposal skripsi kalian.  Aku sering banget melihat anak-anak junior aku bingung kalau lagi skripsi-an, bahkan sebelum skripsi, pas lagi mau sidang proposal aja bingung banget. Nentuin judul bingung dan banyak isu/kasus hukum yang ingin di bawa atau di bahas sekaligus. Sebenarnya engga salah juga, tetapi semakin banyak isu yang kalian bawa, tentunya skripsi kalian akan lebih panjang dan mungkin akan semakin lama mengerjakannya. Yang kalian harus ingat adalah skripsi ini hanya sebagai syarat lulus. Jangan kalian bikin pusing diri sendiri dengan melakukan skripsi yang jauh diatas kemampuan kalian atau nyoba-nyoba ...

Jurusan Hukum?

"Apa sih alasannya masuk hukum?"

"Kenapa menghabiskan uang hanya untuk belajar hukum?"

"Kenapa...?"

"Mau jadi Hotman Paris ya?"

"Mau jadi pengacara? jaksa? apa mau jadi penggangguran banyak acara?"

"Wah serem banget hukum, mau menjarain orang ya?"

"Ya jadi kenapa?"

URGHHHH.

OK. 

Hai semuanya, bagi kalian yang mau masuk jurusan hukum atau sudah masuk jurusan hukum, kalian pasti pernah deh dapat salah satu dari pertanyaan itu.  *roll eyes literally*

Sejujurnya, banyak yang menjadi alasan kenapa kalian harus masuk hukum dan salah satunya bukan cuma jadi jaksa, pengacara ataupun penggangguran banyak acara. Jurusan hukum itu lebih dari itu-itu saja. Nah, jadi kenapa sih jurusan hukum? 

1. Jurusan hukum pilihan kedua, ketiga, atau engga sama sekali?

Iniiii banyak banget bakal kalian temuin teman-teman seperti ini nanti pas kalian masuk. Jurusan Hukum pun sejujurnya bukan pilihan pertama gue, ini bahkan gak terlintas dalam otak literally. Yang gua inginkan pada awalnya adalah jurusan perhotelan (dan sampe sekarang gue masih mau) tapi sayangnya jurusan ini tidak diperbolehkan oleh orangtua gue.

Alhasil, gue disuruh masuk hukum aja. 

Anehnya, karena gue juga anak rantau biasanya di daerah gue anak-anak SMA kelas III yang engga ada gambaran sama sekali dalam hidupnya mau apa dan harus kuliah, mereka akan memilih jurusan "bisnis". Dengan embel-embel sudah mengerti ekonomi dan akuntansi, mereka pun cao ambil jurusan bisnis.

Tapi berbeda dengan pemikiran orang Jakarta yang kebanyakan gue temui, kebanyakan dari mereka memilih jurusan "hukum" ketika mereka sudah gatau lagi mau ambil jurusan apa. Yang padahal menurut gua personally, jurusan hukum jauh lebih susah daripada jurusan bisnis. Namun tentunya alasan mereka masuk akal dan sangat diterima. 

Karena begitu banyaknya orang yang seperti ini, bahwa hukum bukan pilihan pertama, kalian akan menemukan orang-orang yang bakal cuman kuliah-pulang, atau dateng ke kampus tapi tidak masuk kelas, masuk kelas tapi enggak ngerti apa-apa, dan yang cuma tidur aja dikelas 😌

2. Banyak baca. Menghapal 1 buku kah?

Kebanyakan orang yang mengambil jurusan hukum akan mengira "Gue pasti bakal banyak baca undang-undang."  atau "Gue pasti harus menghapal seluruh pasal KUHP" 

HAHAHA, ada benernya juga sih hmmm

Buku itu yang pertama kali harus kalian sadari adalah bahwa mereka itu gudang ilmu. Kalian tidak akan mendapatkan pengetahuan yang lebih banyak kalau bukan selain baca buku. 

Bahkan menurut hasil penelitian Program for International Student Assessment (PISA), Indonesia berada pada ranking 62 dari 70 negara yang disurvei dalam tingkatan rendahnya membaca. Tingkat membaca orang Indonesia ada pada peringkat 62! Bayangkan berapa rendahnya orang-orang kita yang membaca buku selama ini. 

Dalam jurusan hukum, kita tidak dipaksakan untuk menghapal 1 kitab undang-undang maupun 1 buku literatur tentunya. Namun meskipun begitu, perlu diketahui bahwa dosen itu pada kenyataan jarang banget ngajar c: Dalam artian bahwa mereka tentu mengajar, tapi kebanyakan engga memberikan materi yang sesuai atau 100%

Materi yang banyak juga dipelajari oleh anak hukum, adalah materi-materi mengenai filosofi hukum dan teori tentang hukum sendiri, tidak selalu dan tidak banyak mengenai materi praktek hukum.

Hal ini bisa jadi boomerang untuk kita sendiri, karena meskipun kita mengerti mengenai teori 100%, mengingat seluruh bahasa latin maupun Belanda, belum tentu ini digunakan di praktek atau bahkan tidak akan ada gunanya dalam kenyataan pekerjaan.

Karena itu, membaca buku untuk mengetahui pandangan-pandangan baru dan juga pengetahuan yang baru, sesuai dengan praktek, sangat perlu. 


3. Kerjanya cuma bisa jadi pengacara dan jaksa saja?

Nope. Ini salah banget pemikirannya.

Hukum itu luas banget ranahnya, dalam jurusan hukum kita mempelajari lebih dari 14 jenis hukum yang berbeda. Mulai dari hukum humaniter, hukum kontrak, hukum ketenagakerjaan, hukum investasi, hak asasi manusia, hukum perjanjian internasional, dan masih banyak lagiiiii.

Jadi karena itu juga, kita tentunya enggak cuma bisa jadi pengacara maupun jaksa aja. Jurusan hukum itu bisa aja dimana-mana lho, contoh dalam perusahan kita bisa aja menemukan legal dan juga konsultandalam perusahaan itu, bekerja dalam bagian HRD dalam perusahaan maupun bank, bekerja didalam rumah sakit dalam bidang legal dan menjadi bagian yang menyampaikan masalah hukum rumah sakit tersebut mengenai confidentiality doctor-patient atau meminimalisirkan agar rumah sakit tidak dituntut dsb.

Bahkan untuk dalam ranah perusahaan pun, kita engga cuman dalam perusahaan yang bisnis biasa saja. Bisa diperusahaan yang berjalan dalam bidang export-import, industri, kapal, perusahaan negara, mengurusi perjanjian hukum antara perusahaan A yang berada di Indonesia dan perusahaan B yang berada di luar negeri.

Dan tentunya masih banyak lagi. 


4. Banyak uangnya dong kalau lulusan Hukum?

HMMMM... ini benar ga ya😏

Banyak yang bilang sihh gitu, tapi kenyataannya? Kerja dalam bidang hukum itu banyak sekali tantangannya, tidak hanya sekedar masuk membela klien dan mencoba memenangkan kasus. Semuanya lebih dari sekedar itu, berjam-jam menghabiskan waktu melihat buku, kasus, putusan pengadilan, menulis berkas, mempersiapkan diri untuk membela klient didepan pengadilan dll. 


Jadi, tentu saja uang yang cukup atau bahkan lebih adalah apa yang diharapkan semua lulusan mahasiswa hukum. Tapi perlu juga diketahui bahwa membangun karir dalam bidang hukum itu tidaklah mudah dan cepat. 

Perlu banyak pengalaman, relasi, dan juga sumber daya yang besar. Maka dari itu, alangkah baiknya sebelum memilih jurusan ini, kalian berfikir dulu dengan matang, bahwa tidak semuanya itu semudah yang kita pikirkan dalam menjadi seorang pengacara maupun yang bukan pengacara. 

Nah jadi, dari beberapa alasan diatas, kalian bisa menangkap gambaran kenapa jurusan hukum? Meskipun jurusan hukum bukanlah atau apakah itu jurusan pertama kalian, embrace it. Kalian engga mungkin kan pindah jurusan setelah semester 4 hanya karena merasa "Kok ini makin bukan jurusan yang gua inginkan yah?


Mungkin beberapa dari kalian struggle dengan pemikiran, oke kayaknya gua ga cocok dihukum, tapi percayalah semuanya sudah terlalu terlambat. Saran yang paling baik adalah kalian jalanin aja sampai akhir karena toh nantinya kalian akan tetap mendapatkan ilmu yang baik.


Jurusan hukum tidak semudah yang orang-orang bilang, iya mudah pas kuliahnya, karena dosen jarang masuk, belajarnya gitu-gitu aja, tapi apa yang menjadikan lulusan hukum itu bermutu kalau bukan dari orangnya sendiri? Pengetahuan dan pengalaman adalah kunci utama. Kalau kalian sebagai mahasiswa/i hukum tapi malas-malasan, hanya sekedar mengisi waktu kuliah aja, maka kalian engga akan bisa mencapai point 3 dan 4. 


Karena itu teman-teman, lets thrive and study hard for a better future!

& tunggu cerita selanjutnya ya mengenai seputar kuliah hukum yang melelahkan ini ya</3

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Metode Analisa Hukum IRAC dan CRAC: Bagaimana caranya?

Hai semuanya - selamat membaca, untuk post kali ini aku akan bahas metode analisa hukum yang paling terkenal dan sering banget digunakan untuk penulisan, lomba, case study dan masih banyak lagi. Memang metode analisa hukum jarang banget di bahas atau diberikan kepada mahasiswa/i saat kuliah hukum, jadi aku harap dengan post ini kalian bisa mengerti dan menggunakannya saat kuliah hukum. Penggunaan metode analisa hukum sendiri sebenarnya bisa kalian gunakan untuk kapan pun, misalnya saat sedang ujian, membuat esai, saat sedang lomba peradilan semu dan bahkan untuk menjawab pertanyaan dosen tentang suatu hal. Yang pertama kalian harus tahu adalah nama atau jenis metode itu sendiri. Pada post ini aku akan bahas dua metode yaitu IRAC dan juga CRAC. Semuanya sama saja, jadi tergantung kalian lebih suka atau lebih senang menggunakan yang mana. Nah yang pertama kita punya IRAC ,  I         Issue R    Rule A    Analysis C    Conclusio...

International Moot Court Competition: A Guide

  International Moot Court Competition atau yang sering disingkat sebagai IMCC adalah salah satu lomba bergengsinya anak hukum nih. Sudah pada tau belum? Kalian suka penasaran gak sih gimana lombanya itu? Terus gimana cara mainnya? Disini kita akan bahas mengenai itu! Yang pertama harus kita ketahui adalah jenis dari lomba IMCC itu sendiri. Lomba IMCC ini beragam, ada yang tentang hukum perdata internasional, arbitrase, investasi asing, arbitrase tentang hukum maritim, hak asasi manusia, humaniter, dan (sepertinya) masih banyak lagi. Secara garis besar, kunci penting IMCC sama, tetapi biasanya cara kerja atau jenis hukumnya dan sumber hukumnya saja yang berbeda untuk tiap-tiap jenis lomba IMCC. Let me list down some of the competition you might've heard of: 1. Phillip C. Jessup  2. International Humanitarian Law 3. International Maritime Law Arbitration Moot  4. Foreign Direct Investment Moot 5. Tun Suffian 6. John H. Jackson Moot Court  dan masih banyak lagi. Okay, ...

Rekomendasi Film-Film (fakultas) Hukum!

Wah... mumpung lagi Study From Home, enaknya ngapain lagi selain nonton film? Ya gak? Disini kita kan kasih kalian rekomendasi film-film yang berkaitan dengan hukum/bertemakan hukum nih, jadi kalian ada semangat lagi kalau nanti belajar hukum!  Yuk, kita kupas.  1. Legally Blonde (2001) Siapa yang sudah nonton film ini? Apalagi yang suka sama drama, pasti tau dan sudah nonton film ini. Film ini bergenre komedi dan juga romansa, kita enggak akan ketemu dengan macam-macam kata-kata hukum ( legal terms ) di film ini, yang berbeda dengan film yang akan kita bahas di bawah.  Film ini menceritakan tentang seorang gadis bernama Elle Woods yang ditinggalkan oleh pacarnya karena merasa Elle 'tidak ada masa depan' dan hanya bermain-main saja dalam hidup, tidak ada keseriusan. Lalu Elle mengikuti pacarnya ke sekolah hukum dan belajar dengan serius. Selama itu, ia menyadari bahwa ada hal-hal yang jauh lebih berati yang ia temukan dalam jati dirinya selain 'tampang' dirinya saja....